Beberapa waktu lalu komunitas Niqab Squad mengadakan acara yang bertempat di Auditorium Universitas Borobudur, Jakarta Timur. Niqab Squad adalah komunitas yang dibentuk oleh Indadari, seorang muslimah penulis, womanpreneur dan juga inspirator hijrah. Acara ini dihadiri cukup ramai muslimah baik yang berniqab (bercadar) maupun yang tak berniqab. Ada juga bazar yang menyediakan buku-buku, busana dan kebutuhan muslimah lainnya.Acara inti pada hari itu diisi dengan beberapa materi edukasi. Pertama talkshow bersama Ummu Balqis dengan tema Bukti Cinta Ananda untuk Ayah Bunda. Kedua sharing bisnis muslimah bersama Diana Nurliana dengan tema Khadijah Masa Kini.

Talkshow dan Sharing

Ummu Balqis seorang Muslimah Motivator dan juga Parenting Marriage Enthusiast, menyampaikan dalam materinya bahwa dalam berhijrah kita harus all in. Harus bisa berkomunikasi dengan keluarga terutama orangtua. Sebab banyak kejadian ketika seseorang hijrah, ia malah semakin berjarak dengan keluarga, sikapnya juga keras dan kaku. Ini justru akan membuat keluarga semakin menentang hijrah kita, mempersulit langkah kita sendiri dan juga menjauhkan peluang dakwah kepada keluarga. Kita harus bisa bertoleransi sampai batas-batas minimal yang dibolehkan agama.

Pembicara kedua, Diana Nurliana adalah seorang Fashion Designer dan pemilik brand Taqiya.id. Diana memberikan tips agar seorang muslimah bisa mengembangkan usahanya tak hanya secara online namun juga secara offline untuk membangun trust pembeli. Hal lain yang juga penting adalah bergabung dengan komunitas-komunitas yang bisa saling mendukung, selain niat yang kuat dan pantang menyerah tentunya. Beliau berpesan kepada para pengusaha muslimah agar selalu menyisihkan rezeki untuk sedekah, terus memperbanyak sedekah meskipun saat usaha lagi turun. Apapun usaha yang kita lakukan maka pastikan usaha kita itu sesuai dengan yang diridhai Allah.

Dalam acara ini seorang dokter kecantikan bernama dr. Ummi Anizah yang juga memakai niqab ikut memeriahkan acara dengan berbagi pengalaman. Ini menarik, karena biasanya dokter kecantikan itu identik dengan penampilan fisik yang meyakinkan, sementara Ummi Anizah memakai niqab yang jelas menutupi kecantikannya. Bagaimana bisa? Ternyata rezeki memang di tangan Allah. Beliau memakai niqab atas permintaan suaminya, namun tak langsung dituruti oleh Ummi Anizah karena pertimbangan tadi bahwa dokter kecantikan harus tampil cantik agar meyakinkan pasiennya. Tapi ternyata setelah kemudian memakai niqab, tanpa diduga rezeki justru kian melimpah. Pasiennya datang dari berbagai daerah. Benar ternyata, jika kita melakukan sesuatu karena Allah maka Allah akan mudahkan juga segala urusan kita.

Penutup yang Manis

Sebelum acara ditutup, para peserta yang tidak memakai niqab atau datang ke acara dengan meminjam niqab temannya, diminta maju ke depan. Ada puluhan orang yang maju. Mereka dibagikan niqab gratis dan dipasangkan oleh peserta lain yang sudah berniqab. Lalu mereka pun ditanya apa kesan mereka setelah memakai niqab. Luar biasa, rata-rata mereka merasa nyaman dan ada juga yang menangis saking terharunya. Peserta termuda berusia 14 tahun ikut maju ke depan dan terlihat senang sekali ketika dipakaikan niqab. Masya Allah.

Indadari sebagai founder Niqab Squad menutup acara dengan memberikan pesan untuk seluruh peserta agar jangan gampang menyerah saat ujian menerpa, terus saling berpegangan tangan dalam ukhuwah, saling menguatkan. Dan untuk itulah Niqab Squad dibentuk, agar para muslimah terutama yang berniqab tak merasa sendiri saat menghadapi ujian. Yang penting kuatkan niat dan tauhid karena Allah, bahwa semua yang terjadi atas izin Allah. Kemudian perbanyak membaca Al Quran karena Al Quran adalah obat hati dan hiburan bagi seorang Muslim. Yang tak kalah penting adalah rutin mendatangi majelis-majelis ilmu karena ilmu adalah pupuk bagi iman dan petunjuk bagi amal. (NiqNews)

Kategori: Berita Niqabis

Niqabis

Muslimah yang mendedikasikan tulisannya untuk syiar Islam.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *