Simpati Van der Bellen kepada kelompok minoritas, termasuk Muslim sudah lama diketahui publik.

Kemenangannya dari tokoh ultranasionalis garis keras Norbert Hofer pada Desember lalu membuat lega banyak pihak yang khawatir Austria akan terseret ke dalam politik nasionalis sayap kanan seperti Amerika Serikat di bawah Donald Trump. Sebelumnya Presiden Norbert Hofer melarang pemakaian cadar di wilayah publik sejak Januari 2017 dan itu mengundang kritikan serta tudingan rasis terhadap Nobert Hofer. Bulan Desember 2017 lalu Norbert Hofer dikalahkan oleh Van Der Bellen sebagai presiden baru Austria.

Berbicara di depan para siswa di House of the European Union di Wina, Van Der Bellen berkata, “Ini adalah hak seorang wanita. Apakah pria juga memakai penutup kepala untuk berpakaian sendiri sesuka dia? Itu pendapat saya tentang itu (cadar). Selain itu, tidak hanya wanita Muslim. Setiap wanita bisa mengenakan jilbab. Dan jika hal itu (Islamphobia) terus berlangsung dan merajalela, maka akan tiba hari di mana kita harus meminta semua wanita untuk mengenakan jilbab sebagai bentuk solidaritas.”

Itu adalah jawaban Van Der Bellen menanggapi pernyataan dari seorang siswi yang mengemukakan larangan jilbab akan mengurangi penilaian prestasi seseorang karena penampilan. Bahkan, siswa tersebut bertanya apakah jilbab akan menutup sebagian kesempatan kerja.

Komentar Van der Bellen di atas jadi populer usai dimasukkan ke dalam siaran Austrian Broadcasting Corp (ORF). Van der Bellen sendiri tampaknya terkejut atas reaksi yang ada.

“Kita harusnya bahagia jika tidak memiliki masalah yang lebih besar daripada saat memakai jilbab, bukan karena saya berteman dengan wanita berjilbab tapi ada kebebasan berekspresi di Austria,” ujar Van der Bellen.

Islam diakui secara konstitusional sebagai agama sejak tahun 1912. Pada tahun 1979, Undang-undang Islam pertama menjadi dasar untuk pengakuan Islam. Pada tahun ini juga diumumkan adanya Konstitusi Badan Agama Islam dan pembentukan Komunitas Agama Islam Wina pertama. Menurut Pasal 1 Konstitusi semua Muslim di Austria berada di bawah Badan Keagamaan.

Islam adalah agama minoritas di Austria. Pada tahun 2001, diketahui jumlah Muslim di Austria sebanyak 4,22 persen dari total populasi atau sekitar 338 ribu. (NiqNews)


Niqabis

Muslimah yang mendedikasikan tulisannya untuk syiar Islam.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *